9.06.2008

Mencari Cinta di Deretan Huruf yang Tersayat

. 9.06.2008

Jangan jejali aku dengan berita buruk itu. Sungguh, baris-baris kalimat yang ditulis dengan darah peradaban bangsa ini telah menyiksaku, menjerumuskanku pada setitik kegetiran.


Hari ini, hari yang kesekian, kembali aku membuka lembar-lembar surat kabar ini, dengan satu pengharapan sederhana; aku ingin menemukan cinta. Ceritakanlah padaku sebuah kisah tentang cinta, kasih dan pengorbanan. Sekali saja!

Tapi lembar demi lembar surat kabar itu menjelma semu di mataku. Deretan huruf-huruf sengaja disayat, dipotong untuk memagari ketenteraman semu yang mereka tumbuhkan di tiap lembar sejarah ini.

Pikiranku menerawang ke sebuah tempat yang entah. Ke sebuah pemukiman kumuh di pojok kota. Hanya cahaya pagi yang berhak menghapus mimpi-mimpi kecil dalam kelembaban rumah-rumah kardus sepanjang perbatasan ibukota. Inikah gambaran kecil peradaban ini? Atau jangan-jangan, inilah ketakutan terbesar yang sedang mengombang-ambingkan perjalanan nasib.

Membaca surat kabar hari ini, sungguh aku merasa membaca semesta. Aku nyaris mengerti. Kemegahan ibukota telah ditumpahi tinta buram dari darah huruf-huruf yang disayat. Yang dipotong sebelum dideretkan dalam halaman sejarah yang wajib dihapal esok pagi.

Aku tidak bisa menunggu terlalu lama. Menunggu untuk sebuah pertimbangan yang tak berkesudahan. Aku terlalu bosan dengan pertikaian demi pertikaian yang senantiasa membuatku tersudut.

Sungguh, ingin sekali aku menjumpai cinta di lembar sejarah ini. Maka, ceritakanlah padaku kisah tentang drama percintaan semesta, meski (mungkin) hanya sebuah dongeng pengantar tidur saja.

Inspirasi: surat kepada aistyaningnung 5

Baca Juga:



15 komentar:

JoVie mengatakan...

bahasanya dalam banget yah...
=====================
eh templatenya bagus banget..aku suka warnanya..

Kristina Dian Safitry mengatakan...

andainya bisa kuceritakan padamu tentang arti cinta, tak perlu menunggumu meminta

andainya aku tahu bagaimana indah dan sakitnya cinta, padamu pasti telah kubisikkan jauh jauh hari sebelumnya

tapi kau tak tahu, sungguh ku tak tahu.

btw, salam kenal kembali. and txs atas kunjunganya.

oeoes mengatakan...

wah aku bingung mau komentarnya nih, dalem banget isinya

boy mengatakan...

cinta...ah..sebuah kata atau situasi yang purba, menurutmu wen, tapi selalu saja enak untuk diulas kan..? Kalau orang Bali lain pula arti CINTA. masih ingat yang aku ajari...? kayaknya Nanoq hapal.

enhal mengatakan...

Hemmm CINTA...Kapan ya bisa dapatkan itu dibangsa ini..sorry kalo ga nyambung;;)

subagya mengatakan...

hmmmm... tentang cinta yak...pemilihan katanya cukup bagus... bagi saya cinta itu hanya salah satu bunbu di kehidupan fana ini... tinggal bagaiman kita dapat rasa manis atau pahit kekekekekekke

erwin mengatakan...

wah bahasanya dilematis sekali..penuh dengan makna..:D

gus mengatakan...

hanya pujangga cinta yang bisa menyembunyikan kerinduan, rasa marah dan kesengsem sekaligus dalam satu paragraf

cerita senja mengatakan...

kenapa generasi muda apolitis? karena mereka terlanjur terbuai dengan cium manis dan peluk hangat sejarah bapakbapak mereka sendiri...

kisahyangtakselesai mengatakan...

@ Jovie : Makasi apresiasinya mbak
@ Kristina Dian Safitry : Hahaaa.. mbak Dian bisa aja
@ Oeoes : Ayo selami lagi mas, maksudnya sangat jelas koq
@ Boy : Iya, aku masih ingat
@ Enhal : Kapan-kapan aja ya mas, heheeee..
@ Subagya : Sayangnya saya hanya mendapatkan yang pahit2 aja mas, hihi
@ Erwin : Dilematis? Heheee, gak koq. cuma menggumam aja
@ Gus : Hihi, saya baru tahu tentang ini kang.. Makasi apresiasinya
@ Cerita Senja : Bukan apolitis mbak. Hanya saja, saya ingin mendapatkan sebuah cerita tentang cinta. Saat ini, surat kabar hanya ditumpuk oleh cerita-cerita tentang kegetiran atas perjalanan bangsa ini. Sungguh disayangkan. Karena ini juga secara tak langsung akan mempengaruhi mental dan karakteristik anak bangsa.

Jadi, ceritakanlah kisah tentang percintaan, meski hanya dongeng semata..

cerita senja mengatakan...

@yang punya blog: maksud saya dengan apolitis itu: tak ada kesadaran untuk merubah bait bait kegetiran itu dengan mendalami sejarah bangsa dan terjun dalam perpolitikan terkini negeri ini

*kayak saya juga iya aja, hehehe*

kisahyangtakselesai mengatakan...

@ Cerita Senja : Kalau tidak ada kesadaran untuk berpolitik, saya rasa gak terlalu tepat mbak. Kita sering menemukan reaksi politik dari masyarakat. Jadi, makna politik tidaklah boleh dipersempit hanya sebatas Pilpres, Pilkada, Pemilu Legislatif, dan sejenisnya (mgkin ini yg mbak istilahkan dengan "perpolitikan terkini").

Terlalu banyak reaksi politik yg telah ditunjukkan. Sayangnya, bapak2 kita mungkin tidak mendengar/tidak tahu karena terlanjur terlena karena dibentengi tembok kekuasaan dan kenyamanan, heheeee..

Jadi intinya, kesadaran politik masyarakat kita sangatlah tinggi

*maaf, saya masih kokoh dengan pendapat saya*

paank Fachrezi mengatakan...

:ini bukan puisi:

takkan mudah menawar ucap
nyata, itu layaknya
dan andaipun tetes embun tak menghilang
digilas terik siang,
kukatakan kepadamu,

aku membagikan pernghargaan untukmu
silakan diambil di blogku,
sebelum senja
ambilah jalan pintas
karena gelap mungkin mengacau langkahmu.

cerita senja mengatakan...

@kisahyangtakselesai: jikalau kita mau menerjunkan diri dalam politik terkini (saya tak sebutkan itu sebatas pilpres, pemilu legislatif) maka kita mempunyai kesempatan untuk melakukan perubahan, bukan begitu?

pengobatan herbal alami mengatakan...

untaian kata yang penuh dengan makna,,,enak untuk di simak

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

 
APRESIASI SAHABAT
KISAH-KISAH YANG TERCATAT